Anggaran Belanja Kulon Progo Timpang

Kotawates.com, Kulon Progo – Dua pos anggaran dalam belanja tidak langsung berupa gaji pegawai ke 13 dan rencana pemberian gaji ke 14 turut membuat proporsi belanja langsung untuk program dan kegiatan menjadi tidak seimbang.

Hal itu disampaikan Bupati Hasto Wardoyo, saat rapat paripurna di DPRD Kulon Progo, Selasa (17/11/2015).

Menurutnya, besaran gaji ke 13 untuk pegawai sudah dianggarkan dengan nilai mencapai Rp 36.187.027.816. Sementara, rencana pemberian gaji ke 14 yang disebut sebagai THR bagi PNS Kulon Progo diperkirakan mencapai Rp 31.727.988,556.
Namun, khusus untuk gaji ke 14 atau THR PNS tersebut ternyata belum dianggarkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2016.

Hasto mengatakan kenaikan gaji masih dianggarkan sesuai Permendagri nomor 52 tahun 2015. “Anggaran tersebut akan disesuaikan pada penyempurnaan APBD,” kata Hasto.
Menurutnya, adanya dua pos anggaran itu, nilai belanja gaji PNS, bupati dan wakil bupati serta anggota DPRD kini mencapai Rp 497.157.501.934,75.

Hasto menambahkan bahwa komposisi belanja tidak langsung didominasi belanja pegawai, mencapai Rp 739.810.596.023,71 atau 84,81 persen dari total anggaran.

“Ini mengakibatkan proporsi belanja langsung untuk program dan kegiatan tidak seimbang,” kata Hasto.

Meski demikian, Bupati menegaskan ketimpangan itu dapat diatasi, salah satunya dengan cara restrukturisasi organisasi. Jika tidak, cara lainnya adalah dengan berusaha terus meningkatkan pendapatan daerah.

Hanya dengan alternatif tersebut, menurutnya, ketimpangan dalam pos belanja tidak semakin tinggi.

Jika dilakukan restrukturisasi organisasi atau peningkatan pendapatan, maka antara belanja tidak langsung dan belanja langsung akan kembali seimbang.

Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati, mengatakan materi tersebut baru saja disampaikan Bupati melalu rapat paripurna. Sebab itu dewan akan membahasnya untuk memberikan tanggapan selanjutnya pada rapat berikutnya di DPRD.

“Belanja pegawai memang lebih dari 50 persen total anggaran. Tapi setahu saya tidak sampai 81 persen,” kata Akhid.

Sumber : Tribunnews.com



Jadi Orang Pintar itu Baik, Tapi Jadi orang bermanfaat itu lebih baik