Antisipasi Potensi Tsunami, Pesisir Kulon Progo Bakal Dibangun ‘Green Belt’

Kulon Progo – Untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana tsunami, sepanjang pesisir pantai di Kulon Progo mulai Congot hingga Glagah akan dibangun sabuk hijau (green belt).

Penanaman sabuk hijau ini merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Praktis, panganggaran program green belt bersumber dari APBN. Berdasarkan informasi LPSE Kementerian Kelautan dan Perikanan, anggaran yang bakal dikucurkan senilai Rp 1,9 miliar.

Kabid Kelautan dan Perikanan Tangkap Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Diskepenak) Kulon Progo, Prabawa Suganda, program penanaman sabuk hijau tidak hanya untuk Kulon Progo, tetapi juga sepanjang pesisir di Kebumen dan Garut.

“Tujuan utamanya memang untuk mengantisipasi bencana alam tsunami. Saat ini pengerjaan sudah mulai,” ujar Prabawa, Jumat (23/10/2015).

Menurutnya, garis penanaman sabuk hijau mulai dari muara Sungai Bogowonto di Pantai Congot ke timur sampai Glagah.

Wujud vegetasinya, antara lain cemara laut, pandan, dan sukun. Keberadaan tanaman itu juga akan diperkuat dengan gumuk buatan.

Harapannya, adanya green belt agar angin kencang atau tsunami akan terhambat sehingga dampak berkurang.

“Untuk menjaganya di lokasi juga dipasang fasilitas sumur pantek untuk penyiraman,” ujarnya.

Lebih lanjut, sabuk hijau memang tidak semata sebagai penghambat tsunami. Program kementerian itu juga bakal membangun jogging track dan fasilitas untuk kegiatan ekowisata.

Sumber : Tribunnews.com



Jadi Orang Pintar itu Baik, Tapi Jadi orang bermanfaat itu lebih baik