Bandara Di Kulon Progo Akan Menjadi Sejarah Baru PT Angkasa Pura I

Kulon Progo,(12/04).Kotawates. PT Angkasa Pura I, bersiap untuk membuat sejarah baru dalam dunia penerbangan dengan dibangunnya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kabupaten Kulon Progo. Bandara ini, diperkirakan akan menjadi proyek infrastruktur tercepat yang pernah ditangani PT Angkasa Pura I, utamanya untuk konstruksi fisiknya yang dimulai pada sekitar November 2018 lalu setelah melalui proses pembebasan lahan dan persiapan sekian waktu. Bandara NYIA ditargetkan bisa rampung total pada akhir tahun 2019 ini sehingga proses konstruksi fisik hanya berjalan cukup singkat sekitar setahun saja.
“Perkembangan pembangunan bandara baru yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo kini sudah mencapai 97 % untuk penerbangan internasional,”ungkap General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sucipto Agus Pandu Purnama di Kulon Progo kamis (18/04/2019)
Dijelaskan Agus Pandu, Pada awal bulan ini, pembangunan bandara NYIA sudah diverivikasi oleh 3 direktorat Kementerian Perhubungan, Yaitu Direktorat Bandar Udara, Direktorat Penerbangan dan Direktorat Navigasi. Dari verifikasi 3 direktorat ini, PT Angkasa Pura I mendapat beberapa catatan, namun catatan itu dipastikan bisa diselesaikan segera.
“Pada tanggal 15 april mendatang, rencananya sejumlah maskapai yang akan beroperasi di Bandara di Kulon ini, akan melakukan assesment untuk keamanan penerbangan. Untuk sementara pesawat yang akan beroperasi di Bandara di Kulon Progo, masih existing di Bandara Adi Sucipto untuk 2 maskapai yaitu Air Asia dan SilkAir dimana mereka akan segera pindah ke Bandara di Kulon Progo seiring dengan pindahnya CIQ bandara, Tentunya setelah verifikasi sudah diselesaikan,”ungkap Agus Pandu Purnama.
Pada tanggal 15 itu juga dijelaskan Agus Pandu, seluruh stakeholder terkait keselamatan penerbangan akan dikumpulkan, untuk menguji keselamatan dan keamanan penerbangan di Bandara ini.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT AP I, Handy Heryudhitiawan mengatakan, Bandara Adisucipto yang sudah melebihi kapasitas sesungguhnya. Akibatnya, banyak turis maupun maskapai penerbangan yang ingin masuk ke Yogyakarta tidak mampu terakomodir akibat keterbatasan ini.
“Maka itu, bandara NYIA di Kulon Progo menjadi harapan baru untuk mengatasinya, di mana luas terminalnya saat beroperasi penuh nanti akan mencapai 210.000 meter persegi,”jelas Handy.(red)


TAG