Bimtek Pengolahan Hasil Perikanan di Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan

Kulon Progo – Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Bimtek yang berlangsung pada 20-21 Mei 2015 beertempat di Aula Kepenak kab. Kulon Progo. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti 21 Peserta dari 7 Kelompok yang telah diberi bantuan peralatan untuk mengolah hasil Perikanan dan 2 Kelompok Belum mendapatkan bantuan.

Dalam Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikan dibuka oleh Kepala Dinas Kepenak drh. Rr. Endang Purwaningrum. Ibu Kepala Dinas Menekankan kepada Peserta, bahwa Kulon Progo sebagai daerah Minapolitan belum memiliki banyak para pengusaha Pengolah Ikan. dua daerah yang ditunjuk sebagai daerah Minapolitan adalah Wates dan Nanggulan. Ditambah juga Adanya Tanjung Adikarto serta Bandara Internasional yang akan dibangun di Kulon Progo, diharapkan para Pengusah Pengolah Ikan yang menjadi Investor di daerah sendiri.

” Kita tahu sendiri bahwa Desa Triharjo sebagai sumbernya lele, banyak pengepul mengambil lele dari Triharjo di distribusikan ke luar Kulon Progo. daerah Wates dan Nanggulan merupakandaerah yang akan dikembangkan sebagai minapolitan ” Kata Endang pada Rabu 20/5.

Kepala Dinas Kepenak menyambut antusias para Pengolah ikan yang masih muda yang memiliki jiwa juang tinggi.

” Saya sangat senang dengan mas-mas yang muda ini dari Trunojoyo Triharjo mengikuti Bimtek di Dinas Kepenak “. Tambah Endang.

Peserta yang diikuti 21 orang ini terdiri dari Para Pengusaha yang sudah menggeluti usaha pengolahan Ikan. Dalam Bimtek tersebut hadir juga peserta yang telah merintis keripik Wader dari Galur yang terkenal namanya dengan Pak Pur Wader. Usaha yang dirintisnya sudah pernah mencapai Batam dan Singapura.

Pada sesi terakhir diisi oleh Eko Purwanto selaku Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kulon Progo. Dalam Sesi tersebut dijelaskan tentang Pemasaran Hasil Pengolahan Ikan. Eko menekankan kepada para Peserta agar dapat memodifikasi, menjaga Kualitas dan memberikan Nilai lebih terhadap produk yang dibuat. Beliau juga menambahkan bahwa pada 2015 ini akan adanya MEA yang merupakan Pasar Bebas ASEAN, Negara ASEAN manapun dapat menjual belikan produknya secara bebas. Sehingga Kita harus memiliki dan melengkapi Izin agar dapat bersaing dengan Negara ASEAN yang lain.



Seseorang yang ingin mencoba dan memberi manfaat pada oranglain, Tidak lebih!