Enam Ribu Rumah Belum Tercover Bedah Rumah

Kulon Progo – Sekitar enam ribuan rumah tak layak huni belum dapat tercover dalam program bedah rumah yang dicanangkan Bupati Kulon Progo.

Kurun waktu tiga sampai empat tahun sejak menjabat sebagai bupati, Hasto Wardoyo setidaknya sudah merealisasikan program bedah rumah lebih kurang 3.400 unit.

Bupati Hasto Wardoyo mengatakan meski bedah rumah tak layak huni masih kurang sekitar enam ribuan unit, namun upaya membangun dan merehab rumah warga yang dianggap kurang layak masih terus dilakukan.

Jika menghitung waktu tersisa sebelum masa jabatannya berakhir pada 2016 nanti, praktis Hasto tinggal memiliki rentang waktu kurang dari setahun.

Menyikapi hal itu, Hasto berharap kelak kepala daerah berikutnya bakal meneruskan dan menyelesaikan program itu.

“Program memang tidak bisa selesai dalam satu masa jabatan. Kami berharap dapat diteruskan sampai tidak ada lagi rumah tak layak huni di Kulon Progo,” kata Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, saat bedah rumah di Jatimulyo Girimulyo, Minggu (18/10/2015).

Program bedah rumah tersebut semula memang menyasar hunian tak layak yang masih banyak di Kulon Progo. Bupati juga mencanangkan program itu demi mengentaskan kemiskinan di Bumi Menoreh.

Saat bedah rumah di Girimulyo, dua warga yang mendapat jatah perbaikan rumah adalah milik Suwondo di Pendoworejo dan Wagiyah di Banyunganti Jatimulyo.

Bedah rumah kali ini didukung sumber dana dari BPD DIY masing-masing Rp 10 juta serta berbagai instansi misal dari kecamatan dan lain-lain.

Selain bedah rumah, BPD DIY juga menyalurkan bantuan perpipaan air bersih di wilayah Gerbosari Samigaluh sepanjang dua kilometer.

Disertai kelengkapan bak penampungan sebanyak enam unit, bantuan perpipaan itu bakal mengover kebutuhan air bersih 36 keluarga.

Sementara, Wagiyah yang mendapat bantuan bedah rumah tidak mampu banyak bicara selain mengucap alhamdulillah.

Perempuan yang mengalami sakit-sakitan itu bersyukur karena rumah berbahan anyaman bambu berlantai tanah miliknya akhirnya direhab secara permanen.

“Kami ada empat orang dalam keluarga, tapi rumah sudah banyak yang bolong dan bocor atapnya,” imbuh anaknya, Warsiyem, yang juga tidak bisa banyak bergerak karena sedang pemulihan patah kaki akibat terjatuh dari pohon cengkeh.

Sumber : Tribunnews.com