Hutan Mangrove Jadi Kawasan Bahari

Kotawates.com, Kulon Progo – Hutan Mangrove Pasir Mendit di Congot Temon agar selain jadi kawasan produktif, di seputarnya dapat menjadi kawasan bahari yang produktif, seperti pengembangan kepiting, ikan, dan burung.

Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) DIY, Bayudono menyatakan hal itu ketika DRD DIY berkunjung beberapa kawasan berpotensi di Kulon Progo dan berdialog dengan Pengelola Mangrove, hari Rabu (02/11/2016).

Kunjungan difokuskan ke beberapa lokasi potensial yang diantaranya akan menjadi megaproyek di Kulon Progo, yakni Jalan Lintas Pantai Selatan, Pabrik Pasir Besi, Pelabuhan Tanjung Adikarto, Hutan Mangrove Pasir Mendit, lokasi rencana pembangunan Bandara.

Saat berkunjung di Jalan Lintas Pantai Selatan, Bayudono menekankan kepada Bappeda Kulon Progo khususnya Bagian Perencana Tata Ruang, agar memperhatikan penataan lingkungan atau tata ruang secara proporsioanal dan tidak mengganggu lingkungan warga.

“Saya minta agar dihadirkan investor yang mau memberi nilai tambah untuk pengelolaan kawasan Hutan Mangrove. Kami berharap pula antara Hutan Mangrove dan Tambak Udang di daerah ini sama-sama berkembang, dan tidak saling mengganggu diantara kedua potensi alam dan usaha masyarakat tersebut,” kata Bayudono sembari menyatakan hasil kunjungan DRD ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur DIY, sebagai bahan evaluasi dan perencanaan selanjutnya.

Ketua Pelestari Hutan Mangrove dan Pesisir Wanatirta, Warso menyampaikan, Kawasan Hutan Mangrove seluas lebih kurang 7 hektar, selama ini sudah dapat mengangkat perekonomian masyarakat sekitar.
Sumber : Krjogja.com



Jadi Orang Pintar itu Baik, Tapi Jadi orang bermanfaat itu lebih baik