Istri Belum Ketemu, Suparjan Ceritakan Kronologi Saat Istrinya Berguru Dengan Agus Imam

Kotawates.com, Kulon Progo – Suparjan (43), warga Plumbon, Kecamatan Temon, Kulon Progo , melapor polisi bahwa istrinya, Kingkin Mulyani Tahan Uji (39), menghilang sejak 4 Januari 2016.

Hingga saat ini, keberadaan dan alasan istrinya pergi meninggalkan suami dan dua anaknya belum diketahui.

Suparjan merasa kaget dengan keputusan istrinya yang dianggapnya tanpa alasan.
Suparjan menilai sikap istrinya cenderung berubah misterius dan tertutup sejak kerap didatangi seseorang yang dianggap guru spiritualnya. Ia tidak menyangka Kingkin kemudian pergi.

Menghilangnya Kingkin yang sehari-hari mengajar di TK Al Hidayah Tawangsari itu kemudian dilaporkannya ke Polsek Temon pada Kamis, (7/1/2016).

“Tapi karena hingga Senin tidak ada progres kabar keberadaannya, kami melanjutkan laporannya ke Polres Kulon Progo kemarin,” ujar Suparjan, di rumahnya, Selasa (12/1/2016).

Suparjan sejauh ini tidak bisa meyakini istrinya menghilang karena ikut kelompok atau organisasi yang belakangan santer diberitakan melakukan perekrutan.

Pihak keluarga sejauh ini merasa curiga Kingkin pergi berkaitan dengan seorang guru spiritual yang disebut bernama Agus Imam.

Menurut Suparjan, pada Senin 4 Januari seperti biasa istrinya pamit berangkat mengajar di TK Al Hidayah Tawangsari. Mengendarai sepeda motor, istrinya itu ternyata tidak pernah kembali ke rumah sampai saat ini.

“Ternyata bawa kelengkapan surat motor, ATM BRI juga. Saya kira bukan soal asmara. Tapi mengarah soal doa-doa rapalan orang itu,” katanya.

Suparjan bahkan sampai harus menangis saat menceritakan kronologi menghilangnya Kingkin, istrinya itu. Hubungan keluarga itu semula memang harmonis.

Suparjan merasa semua berubah sejak istrinya sering meminta rapalan doa dari orang bernama Agus Imam. Orang yang mengaku asli Bali tersebut muncul di desanya untuk mengobati segelintir warga.

Orang itu berciri-ciri agak gemuk, rambut panjang, bersepeda motor Beat tanpa nomor polisi, pelat nomor hanya tertulis ‘Musafir keliling Indonesia’ dan bergambar bendera merah putih, serta sering mengenakan celana jeans.

Sejak sekitar lima bulan lalu, istrinya merupakan satu-satunya yang masih meminta doa dari orang tersebut. Rapalan orang itu sering harus dibakar dan dicampur air untuk diminum serta untuk mandi istrinya.

“Lalu setiap malam bawa tasbih dan merapal doa entah apa. Kalau saya ingatkan doa pada Allah saja, alasannya selalu berdoa untuk anak,” ujarnya.

Perubahan sikap istrinya itu menjadi-jadi ketika Suparjan sebulan bekerja di Jakarta. Dua pekan sebelum Suparjan pulang, istrinya sulit diajak komunikasi. Ketika Suparjan sampai di rumah pun Kingkin tidak lagi menyambut suaminya sebagaimana seorang istri.

“Saya kaget lagi ketika itu dia tiba-tiba minta cerai,” kata Suparjan.

Sumber : Tribunnews.com



Jadi Orang Pintar itu Baik, Tapi Jadi orang bermanfaat itu lebih baik