Jembatan Duwet, Destinasi Sejarah Kabupaten Kulon Progo

Kotawates.com, Kulon Progo – Hingar bingar perayaan malam tahun baru di Kulon Progo tidak hanya terasa di berbagai tempat wisata atau area publik seperti Alun-alun Wates dan Pantai Glagah.

Bertepatan dengan momen pergantian 2015 – 2016, Kamis (31/12/2015) malam, Jembatan Duwet di wilayah Banjarharjo Kecamatan Kalibawang, “disahkan” sebagai destinasi wisata bersejarah anyar.

Bupati Hasto Wardoyo meresmikannya, menyusul rehabilitasi jembatan bernilai sejarah perjuangan itu baru saja selesai. Nilai rehabilitasi itu mencapai Rp2,3 miliar.
Pada momen tahun baru, Pemkab Kulon Progo sekaligus mempromosikannya sebagai destinasi baru.

Kabid Kebudayaan Disbudparpora Kulon Progo, Joko Mursito, mengatakan Jembatan Duwet memiliki sejarah karena berdiri sejak zaman kolonial Belanda.

Menurut referensi, jembatan ini pernah dimanfaatkan Belanda untuk melakukan inspeksi Kebun Kopi di Kalibawang.

Pada 1948 – 1949 jembatan tersebut diruntuhkan para pejuang dan masyarakat setempat. Hal itu dilakukan agar pasukan Belanda terhambat atau tidak dapat melakukan invasi ke wilayah Kulon Progo, khususnya Kalibawang.

Di masa-masa pascakemerdekaan, masa Sri Sultan HB IX, sekitar 1958, jembatan gantung tersebut kembali dibangun dan diresmikan Raja Yogyakarta tersebut pada 1960.

Dari waktu ke waktu, jembatan ini tetap kokoh dan memiliki nilai guna serta historis. Sebab itu, pada 2008 Jembatan Duwet resmi ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Rehabilitas pada 2015 ini menelan dana keistimewaan senilai Rp 2,3 miliar,” kata Joko, Kamis malam.

Bentuk jembatan ini tetap berupa jembatan gantung sebagai penghubung antara Kalibawang dan wilayah Magelang dan Sleman.

Daerah terdekat yang dapat dijangkau dari Kalibawang secara pintas jika melalui jembatan ini adalah Borobudur dan Blaburan.

Bupati Hasto Wardoyo tidak memungkiri betapa besar nilai guna dan sejarah Jembatan Duwet.

Sebagai salah satu kekayaan heritage di DIY, menurutnya, jembatan tersebut tetap memiliki nilai guna yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Sumber : Tribunnews.com



Jadi Orang Pintar itu Baik, Tapi Jadi orang bermanfaat itu lebih baik