KWT Pawon Gendhis Andalkan Daun Pegangan Menjadi Produk Pangan

Kotawates.com, Kulon Progo – Berjibaku mengolah makanan berbahan daun pegagan selama beberapa tahun, Dwi Martuti Rahayu bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Pawon Gendhis, Dusun Salakmalang Banjarharjo Kecamatan Kalibawang, kian eksis dalam pemasaran produk-produk olahan pangan lokal Kulon Progo.

Di sela-sela kunjungan calon duta besar untuk sejumlah negara di Gedung Kaca Kulon Progo, Selasa (19/1/2016), stand Pawon Gendhis bahkan menjadi salah satu yang berkesempatan memamerkan hasil olahannya.

Mengandalkan campuran daun pegagan, makanan berupa cokelat pegagan, keripik pegagan, dan berbagai olahan lain itu pun diburu para calon duta besar.

Dwi Martuti mengatakan acara pemerintahan semacam itu menjadi kesempatannya untuk memperkenalkan produk olahan dari KWT Pawon Gendhis.

Selain dipamerkan, beruntungnya, Pawon Gendhis berkesempatan menyajikan produk olahan andalannya, yaitu cokelat dan peyek pegagan, untuk para duta besar tersebut.

“Di luar event pemerintah, banyak juga reseller yang datang langsung ke rumah untuk memasarkan,” katanya, Selasa (19/1/2016).

Pawon Gendhis memang sudah cukup lama menggeluti produksi olahan makanan berbahan daun regedeg atau pegagan. Tanaman liar yang lama dianggap gulma pertanian ini merupakan kategori tanaman herbal.

Disebutkannya, pegagan bermanfaat sebagai multivitamin otak penambah daya ingat, obat pencernaan, asma, tipes dan asam urat.

Tanaman yang dalam bahasa latin bernama Centella Aquatica ini di beberapa daerah lain, di Sunda misalnya disebut Antanan, Pacul Goang (Jawa Tengah), Gan-ganan (Madura), Taidaah (Bali), Wisu-wisu (Makasar), Cipu Balawo (Bugis), Dogauke (Papua), dan Sarowati (Halmahera).

Tanaman ini berkhasiat karena memiliki efek antiinflamasi dan antibiotik, antidemam, antidiuretik, antibakteri dan leratolitik.

“Sekarang Pawon Gendhis bahkan tidak hanya memasarkan makanan hasil olahannya, tapi juga memasarkan daun segarnya ke pasar. Itu hasil budidaya kelompok,” tutur perempuan lulusan SMA jurusan IPS ini.

Yang mencengangkan, setelah berjibaku beberapa tahun, Dwi Martuti bersama Pawon Gendhis pada 21 Desember 2015 lalu bahkan menerima penghargaan presiden, berupa penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kategori Industri Ketahanan Pangan.

Sebelumnya, kelompok ini juga meraih penghargaan di tingkat kabupaten maupun provinsi DIY beberapa kali.

“Semua berkat usaha kami dan kelompok. Melalui peran dinas terkait juga, kami ikut berbagai event perlombaan. Penghargaan dari presiden juga setelah kami lolos di tingkat kabupaten dan provinsi,” lanjutnya.

Konsistensi dan berbagai penghargaan itu lah yang kemudian mengantarkan KWT Pawon Gendhis dan hasil olahannya dikenal masyarakat luas.

Jika beberapa tahun lalu mereka mulai memasarkan di sebuah toko oleh-oleh di kawasan Bandara Adi Sutjipto, kini pasarnya meluas melalui jaringan online.

Menurutnya, kebanyakan pelanggan atau reseller datang setelah mengetahui produk makanan lokal berbahan pegagan itu via internet. Dwi dan kelompoknya pun kian sibuk.

Setiap menerima orderan, makanan olahan itu dapat diambil langsung atau dikirimkan melalui paket pengiriman barang.

Sumber : Tribunnews.com



Jadi Orang Pintar itu Baik, Tapi Jadi orang bermanfaat itu lebih baik