Peminat Kerja di Batam Meningkat

Kulon Progo – Sepanjang tahun 2015 hingga bulan ini, setidaknya sudah 800-an angkatan kerja produktif asal Kulon Progo memilih mencari kerja di Batam.

Selain karena minimnya kesempatan kerja di daerah sendiri, mereka juga tertarik ke Batam karena nilai gaji yang jauh lebih tinggi.

Lulusan SMA asal Wates, Rudisia Putri, merupakan salah satu dari sekian banyak calon tenaga kerja yang akan berangkat ke Batam.

Ditemui usai mengikuti tes seleksi di Dinsosnakertrans Kulon Progo, gadis berjilbab ini mengaku antusias berangkat ke Batam.

“Saya memang tertarik. Gaji lumayan tinggi. Lagi pula di sini belum ada kesempatan kerja lain yang menarik,” katanya, Senin (2/11/2015)

Pekerjaan yang bakal menunggunya di Batam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat kesehatan.

Putri yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan produksi boneka di Bantul ini berharap kondisi di perantauan sesuai apa yang menjadi gambarannya.

Berbarengan dengan Putri, setidaknya 12 calon tenaga kerja juga menjalani tes seleksi di Dinsosnakertrans Senin siang.

Mereka rencananya bakal diberangkatkan dengan fasilitas dinas bekerjasama dengan perusahaan penyedia secara gratis.

Kabid Tenaga Kerja, Dinsosnakertrans Kulon Progo, Heri Darmawan, mengatakan jumlah tenaga kerja yang berangkat ke Batam pada tahun ini mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun lalu.

Jika tahun lalu total sebanyak 400-an tenaga kerja, tahun ini mencapai lebih dari 800 tenaga. Itu pun baru sampai akhir bulan lalu.

“Praktis hampir setiap bulan kami mengurusi pemberangkatan ke Batam. Pemberangkatannya bahkan setiap minggu ada,” kata Heri.

Heri mengakui hal menarik untuk bekerja di Batam salah satunya karena standar gaji tinggi. Menurutnya, standar gaji di sana antara Rp 2 juta – Rp 5 juta. Tentu hal itu lebih menarik jika dibanding UMK Kulon Progo senilai Rp 1,286 juta.

Meski demikian, pihaknya selama ini juga telah berusaha mengurangi angka pengangguran dengan caram mencarikan peluang kerja di Kulon Progo.

Namun jika terpaksa, paling tidak masyarakat Kulon Progo dapat bekerja atau tidak menganggur meski tidak harus di wilayah sendiri.

Sumber : Tribunnews.com



Jadi Orang Pintar itu Baik, Tapi Jadi orang bermanfaat itu lebih baik