WTT Tidak Anarkis, Tapi Akan Hambat Pematokan Bandara

Kulon Progo – Warga penolak bandara baru yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) terus siaga.

Mereka tidak ingin sedetik pun lengah dari proses pematokan lahan calon bandara baru yang belakangan dikabarkan akan segera dimulai.

Kapan pun tahap pematokan lahan calon bandara di wilayah Kecamatan Temon itu akan dimulai, warga WTT bakal berjaga untuk menghambat proses pematokan tersebut. Ketua WTT, Martono, menyatakan hal itu ketika dikonfirmasi Tribun Jogja, Rabu (4/11/2015) petang.

Martono mengatakan pengurus WTT telah mengimbau warganya agar tetap tenang meski tahapan pengadaan lahan dan pematokan lokasi calon bandara semakin dekat.

“Sekarang ini yang penting warga tenang tidak terpancing. Rencananya, kalau pematokan kami akan berjaga di tanah milik masing-masing untuk mempertahankannya,” kata Martono.

Meski bersikeras menolak dan akan menghambat pematokan, Martono menegaskan bahwa warga WTT tidak akan melakukan tindakan anarkis.

Menurutnya, penolakan WTT terhadap rencana pembangunan bandara yang akan menggusur lahan milik warga tersebut tetap dilakukan dengan cara tidak melanggar hukum.

Upaya penolakan warga WTT tersebut sementara ini juga masih dilakukan melalui orasi di DPRD DIY. WTT bahkan kembali berencana melakukan orasi di DPRD DIY dan audiensi di Kepatihan pada Kamis (5/11/2015) siang.

“Besok sekitar pukul 13.00 WIB, kami akan ke Kepatihan,” lanjutnya.

Terkabulnya kasasi IPL bandara baru yang diajukan Gubernur DIY ke MA memang tidak menyurutkan langkah WTT menolak pembangunan bandara.

Martono mengatakan saat ini dalam proses mengumpulkan data mengenai potensi dan kerawanan pesisir selatan Kulon Progo dari ancaman tsunami.

“Kami akan ajukan ke Kementerian Perhubungan sebagai alasan bandara tidak seharusnya di wilayah ini. Kami kumpulkan data dulu dan juga upaya untuk PK (Peninjauan Kembali),” ujar Martono.

Sumber : Tribunnews.com



Jadi Orang Pintar itu Baik, Tapi Jadi orang bermanfaat itu lebih baik